Keunikan Reog Lar Pitik (Bulu Ayam) desa Sidoharjo kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo

Kesenian Reog Ponorogo sangat trend di tahun tahun ini. Reog adalah sebuah kesenian khas Ponorogo peninggalan dari leluhur dahulu. Reog terbagi menjadi dua yaitu Reog Obyok dan reog Garapan.

1. Reog Obyok
Reog Obyok adalah sebuah pementasan seni Reog yang biasanya di gelar di tempat" yang tidak pasti contoh di tepi jalan atau di halaman rumah dan pemainya pun kadang kala hanya melibatkan Dadak merak, Jatilan dan Bujang Ganong saja. Tariannya pun tentu sedikit berbeda dengan Reog Garapan (yang biasanya pentas festival reog).

2. Reog Garapan
Reog Garapan adalah pertunjukan seni Reog secara pakem ( menceritakan pertarungan prabu Klono sewandono melawan singo barong ). Reog semacam ini biasanya di pertontonkan di fesival atau pertunjukan secara resmi walau tidak menutup kemungkinan Reog Garapan di pertunjukan di hajatan" warga tp kemungkinan pentas reog garapan sangat jarang di temui di kalangan masyarakat.

Perbedaan antara reog Obyok dan Garapan terletak di kelengkapan pemeran dan gerakan tari juga alur di dalam pertunjukanya.

Sahabat... Itu tadi sekilas penjabaran tentang reog objok dan reog garapan. Masih dalam lingkup Reog sahabat semua sudah pernah mendengar  "Reog lar pitik??.... 

Mari kita kulas secara singkat..

Kali ini sahabat bloger mau shere tentang keunikan dari Reog Ponorogo yang memiliki keunikan tersendiri, beda dari yang pernah ada, dan ini hanya sahabat temui di desa Sidoharjo Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo.

Ya... Benar.....

Reog Lar Pitik (bulu ayam). 

Sesuai dengan namanya Reog Lar pitik adalah Dadak dengan kepala singa yang di rancang khusus untuk mendapatkan keunikan tersendiri di dalam pementasannya.

Reog lar pitik sebenarnya sudah ada mungkin sejak kurang lebih 50 tahunan yang lalu , skitar tahun 1967 dengan keterbatasan ekonomi masyarakat di Dukuh Sidowayah Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon yang pada saat itu masih berdomisili ikut desa Krebet kecamatan Jambon Ponorogo pada masa itu karena kurang seimbangnya antara  potensi jiwa seni dan kondisi perekonomian yang tidak balence akirnya memaksa seniman reog di desa Sidoharjo membuat reog dengan dadak lar pitik (bulu ayam). Mahalnya / langka nya merak pada saat itu menjadi alasan utama terciptanya reog dengan dadak lar pitik.

Demikian sekilas pengenalan kesenian Khas desa Sidoharjo, dan jika sahabat penasaran kami sangat terbuka dalam menyediakan informasi terkait aset yang kami miliki ini. Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi sahabat pembaca dan bisa berguna dengan sebaik baiknya. Dukungan dan bantuan sangat kami harapkan demi terpublikasi nya kesenian warisan leluhur desa Sidoharjo ini. Sekian Wasalam.....

Sumber : http://kknumpo.blogspot.com/2017/09/reog-lar-pitik-bulu-ayam-desa-sidoharjo.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *