http://jambon.ponorogo.go.id/wp-content/uploads/2017/01/cropped-111-copy-1.jpg

Wisata Gunung Watu Pecah Jonggol

Wisata gunung watu pecah mungkin masih asing ditelinga kita semua. objek wisata yang baru dibentuk dan dieksplorasi oleh Mahasiswa KKN 37 Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2016 ini berada di Kabupaten Ponorogo, tepatnya di Desa Jonggol Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo.
lalu apa yang menarik di kawasan wisata ini? berikut gambaran mengenai tempat wisata Gunung Watu Pecah.

WP1
Objek Wisata Di Sekitaran Gunung Watu Pecah

Selain Icon utama yaitu Gunung Watu Pecah, tempat ini juga menyuguhkan beberapa tempat yang pastinya akan menarik dan wajib dikunjungi.

1.Sunrise Puncak Gunung Watu Pecah

WP2

Gunung Watu Pecah berada tepat di tengah deretan pegunungan yang ada di daerah Ponorogo selatan. Dengan ketinggian sekitar 370 mdpl, gunung ini  termasuk dalam gunung dengan jalur pendakian yang pendek dan relatif mudah,cocok untuk untuk dijadikan destinasi bagi para pendaki pemula,dengan trek yang tidak terlalu sulit puncak gunung watu pecah ini dapat diajangkau dalam waktu 1 sampai 1,5 jam saja. Untuk para sunrise hunter juga dapat menikmati sunrise dari beberapa titik salah satunya di pos ke dua yang bisa digunakan para wisatawan untuk  bermalam dan mendirikan tenda. dari sini para wisatawan juga dapat menikmati pemandangan lampu kota pada waktu malam hari.

2. Rumah Pohon dan Jembatan Cinta Watu Pecah

WP4

WP3

Rumah pohon ini tepat berada di timur dari watu pecah atau masih masuk dalam kompleks watu pecah. Berdiri kokoh di tepi tebing membuat pemandangan dari atas rumah pohon semakin indah. Dengan latar jejeran pegunungan yang membentang luas membuat tempat ini menjadi spot terbaik untuk pengambilan foto. Selain itu ada pula jembatan penghubung antar pohon dengan panjang 9 meter dan ketinggian 5 meter yang sering disebut jembatan cinta menjadi tantangan  adrenalin tersendiri bagi pengunjung ketika menaiki rumah pohon ini. Spot satu ini paling cocok untuk dikunjungi sekitar pukul 15:00 kebawah, karena di jam-jam tersebut udara disekitar sangat sejuk.

3. Watu Pecah

 WP5

Watu Pecah, merupakan icon dari tempat wisata ini, Sebongkah batu berukuran raksasa yang berada di pinggir tebing dengan retakan/pecah di tengahnya menjadikan batu atau watu dalam istilah jawa ini dinamakan Watu Pecah. Disisi timur watu pecah ini kita bisa melihat pemandangan dataran rendah Ponorogo dan di sebelah selatan terhampar jajaran pegunungan lengkap dengan panoramanya.

  1. Taman Bukit Wakwaw

WP6

WP7Untuk para pendaki, merasakan lelah saat menuju sebuah puncak memang merupakan hal yang biasa, bahkan sebagian kecil pendaki pun menganggap lelah sebagai sahabat mereka.Tapi tenang saja disini juga menyediakn beberap tempat untuk beristirahat berupa gasebo. Gasebo ini terbuat dari rumput ilalang sebagai atap dan potongan kayu sebagai kursinya, tentu saja semakin menambah keelokan tempat ini. Selain untuk beristirahat , para traveler juga bisa memanfaatkan untuk berfoto-foto ria atau sekedar menikmati suasana pegunungan yang berada di sekitar.

 

  1. Bukit Camping Ground Watu Pecah

WP8

WP9

 

Tepat berada di barat dari Bukit Wakwaw terdapat bukit yang dinamakan Bukit Camping Ground Watu Pecah. Tempat ini dipilih karena memiliki panorama yang luar biasa. Dengan view gemerlap lampu perkotaan Kabupaten Ponorogo, tempat ini menjadi destinasi favorit untuk wisata malam di Watu Pecah. Selain itu tempat ini merupakan tempat melihat Sunset watu Pecah di Pagi harinya. Tempat sangat istimewa untuk berwisata malam.

 

  1. Taman Bunga berbentuk hati.

 

  WP10

 

Untuk mencapai puncak bukit ini anda tidak perlu khawatir akan kejenuhan saat berjalan kaki, sebab ditengah-tengah perjalanan mata anda akan dimanjakan oleh taman-taman bunga yang dikemas menarik, salah satunya taman bunga yang satu ini berbentuk hati, tentu saja akan menarik pasangan muda mudi untuk sejenak mengabadikannya bukan.

 

 

 

 

ayo untuk para traveler jangan mau ketinggalan untuk mengunjungi tempat wisata yang satu ini, dengan biaya yang pastinya tidak akan menguras kantong anda, anda bisa menikmati begitu banyak spot yang berada didalamnya.

Bagaimana, masih bingung kah untuk menghabiskan akhir pekan anda?

 

 

Diposting oleh http://wisatajambon.blogspot.co.id/2016/08/wisata-gunung-watu-pecah-ponorogo.html

 

Kecamatan Jambon Kab.Ponorogo

Kecamatan Jambon berjarak sekitar ± 15 km atau 20 menit arah barat Kota Ponorogo. Kawasan ini mudah dijangkau, dapat ditempuh melalui jalan darat dengan kendaraan roda empat dan kendaraan umum dari pusat kota. Kecamatan Jambon dengan luas wilayah 22,41 km2, terdiri dari 13 desa yang dibagi menjadi 41 dusun, 82 RW dan 224 RT, Adapun batasan fisik area kecamatan Jambon: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sampung Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kauman Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Balong Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Badegan Kecamatan Jambon terdiri atas 13 desa antara lain: 1. Krebet 2. Jambon 3. Jonggol 4. Blembem 5. Poko 6. Pulosari 7. Bringinan 8. Srandil 9. Sendang 10. Sidoharjo 11. Karanglo Kidul 12. Menang 13. Bulu Lor Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur , mempunyai luas wilayah 57, 48 km2. Dari segi topografi sebagian wilayah kecamatan Jambon di bagian timur dan utara merupakan dataran rendah yang relative subur untuk pertanian sedangkan bagian selatan dan barat merupakan daerah perbukitan dan bergunung gunung yang relative baik bagi pengembangan tanaman keras dan tanaman perkebunan/pertanian. Dari luas wilayah tersebut dapat dibagi menjadi berbagai kawasan : Tanah sawah : 1.363,0 ha Lahan kering pertanian : 2.129,5 ha Tanah lainnya : 2.255,3 ha Total Luas tanah : 5.748,1 ha Keadaan Sosial dan Ekonomi Kehidupan social masyarakat Jambon cenderung agamis dan masih cukup kuat menjaga tradisi kebersamaan dan gotong royong. Secara ekonomi mayooritas penduduk adalah petani dan pedagang kecil (bakulan). Industri kecil yang ada di desa Jambon industri batu bata dan genting didesa Blembem dan industri tanah liat di desa Pulosari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *