http://jambon.ponorogo.go.id/wp-content/uploads/2017/01/cropped-111-copy-1.jpg

Kunjungan Presiden Jokowi di Kecamatan Jambon


Presiden Jokowi bertepuk tangan saat seorang siswi SD berhasil menjawab pertanyaannya, di SDN 3 Karangpatihan, Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Senin (19/9) siang. (Foto: OJI/Humas)

Presiden Jokowi bertepuk tangan saat seorang siswi SD berhasil menjawab pertanyaannya, di SDN 3 Karangpatihan, Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Senin (19/9) siang. (Foto: Humas/Oji)

Anak-anak Indonesia di dalam kandungan itu sangat menentukan, untuk kepandaian, kepintaran, dan kesehatan pada saat lahir nanti dan seterusnya. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghimbau ibu-ibu hamil agar berhati-hati dengan kandungannya.

“Makanan-makanan yang bergizi, baik sayur, buah, dan sumber protein yang lain harus diberikan pada anak-anak kita yang masih dalam kandungan. Itu kunci,” kata Presiden Jokowi saat meninjau program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), di Lapangan Kantor Kecamatan Jambon, Desa Jambon, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (19/9) sore.

Presiden mengingatkan bahwa yang dibagikannya itu adalah pemberian makanan tambahan, bukan pokok. Jadi tetap harus makan makanan bergizi lainnya, sumber protein, telur, daging baik ayam atau daging sapi, ikan, tahu, tempe, yang merupakan sumber protein yang diperlukan anak-anak di dalam kandungan, selain sayur dan juga buah.

“Ini saya titip Ibu-Ibu hamil yang umur kandungannya satu bulan, dua bulan, tiga bulan, makanan tambahan ini, sehari dimakan hanya dua keping. Itupun setiap bulan harus dicek, berat badannya di posyandu, di puskemas. Rutin harus dicek. Yang umurnya empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan bulan, makan ini hanya 3 keping per hari,” tambah Presiden.

Presiden Jokowi menghampiri dan berjabat tangan dengan Ibu-ibu hamil penerima PMT, di Lapangan Kantor Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (19/9) sore. (Foto: Humas/Oji)

Presiden Jokowi menghampiri dan berjabat tangan dengan Ibu-ibu hamil penerima PMT, di Lapangan Kantor Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (19/9) sore. (Foto: Humas/Oji)

Presiden Jokowi berharap anak-anak badannya normal, tidak boleh terlalu kurus. “Harus normal, sehat, sehingga nanti menjadi anak yang pintar, anak yang cerdas,” tambah Presiden Jokowi sembari mengingatkan anak-anak agar makan roti biskuit 6 keping per hari.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyampaikan bahwa Presiden tidak menginginkan masyarakat Indonesia, anak-anak Indonesia, kurang gizi. “Karena itu anak-anak kita harus cerdas, harus pandai, dan dimulai dari sehat. Oleh karena itu harus cukup gizinya,” ujarnya.

Disampaikan Menkes, 13 tahun lalu, daerah Jambon terkenal dengan anak yang kecil karena kekurangan yodium. Ternyata memang airnya kekurangan yodium. Namun sebelah dilakukan intervensi pemberian yodium oleh Pemda, anak-anak sekarang sudah baik dan tidak ada lagi anak yang kerdil. Inilah yang menurut Menkes perlunya kerja sama lintas kementerian atau lintas sektor yang lain di bidang kesehatan.

Ditambahkan Menkes, sampai usia 2 tahun, selain diberikan makanan tambahan, anak juga perlu diberikan makanan dari lokal yang sehat. “Tadi sepanjang jalan kami melihat, ada banyak jagung, banyak buah nangka, semua dapat dijadikan makanan untuk anak-anak,” tuturnya.

Turut mendampingi Presiden dalam kesempatan ini antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (RMI/ES)

Sumber : http://setkab.go.id/kandungan-tentukan-kepandaian-presiden-jokowi-pemberian-protein-jadi-kunci/

Kecamatan Jambon Kab.Ponorogo

Kecamatan Jambon berjarak sekitar ± 15 km atau 20 menit arah barat Kota Ponorogo. Kawasan ini mudah dijangkau, dapat ditempuh melalui jalan darat dengan kendaraan roda empat dan kendaraan umum dari pusat kota. Kecamatan Jambon dengan luas wilayah 22,41 km2, terdiri dari 13 desa yang dibagi menjadi 41 dusun, 82 RW dan 224 RT, Adapun batasan fisik area kecamatan Jambon: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sampung Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kauman Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Balong Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Badegan Kecamatan Jambon terdiri atas 13 desa antara lain: 1. Krebet 2. Jambon 3. Jonggol 4. Blembem 5. Poko 6. Pulosari 7. Bringinan 8. Srandil 9. Sendang 10. Sidoharjo 11. Karanglo Kidul 12. Menang 13. Bulu Lor Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur , mempunyai luas wilayah 57, 48 km2. Dari segi topografi sebagian wilayah kecamatan Jambon di bagian timur dan utara merupakan dataran rendah yang relative subur untuk pertanian sedangkan bagian selatan dan barat merupakan daerah perbukitan dan bergunung gunung yang relative baik bagi pengembangan tanaman keras dan tanaman perkebunan/pertanian. Dari luas wilayah tersebut dapat dibagi menjadi berbagai kawasan : Tanah sawah : 1.363,0 ha Lahan kering pertanian : 2.129,5 ha Tanah lainnya : 2.255,3 ha Total Luas tanah : 5.748,1 ha Keadaan Sosial dan Ekonomi Kehidupan social masyarakat Jambon cenderung agamis dan masih cukup kuat menjaga tradisi kebersamaan dan gotong royong. Secara ekonomi mayooritas penduduk adalah petani dan pedagang kecil (bakulan). Industri kecil yang ada di desa Jambon industri batu bata dan genting didesa Blembem dan industri tanah liat di desa Pulosari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *