http://jambon.ponorogo.go.id/wp-content/uploads/2017/01/cropped-111-copy-1.jpg

Kontingen Jambore Nasional Raimuna 2017 Kabupaten Ponorogo Diberangkatkan

Kontingen Jambore Nasional Raimuna 2017 (Kominfo/Jmn)

Kontingen Jambore Nasional Raimuna 2017 (Kominfo/Jmn)

PONOROGO, – Melalui seremonial upacara sederhana tapi hidmat, yang digelar di halaman parkir gedung Sasana Praja, rombongan kontingen pramuka Kwarcab Ponorogo yang akan mengikuti Jambore Nasional Raimuna tahun 2017, secara resmi dilepas dan diberangkatkan oleh Wakil Bupati Ponorogo, Drs. H. Sudjarno, MM.

Pelepasan kontingen Jamnas Raimuna 2017 Kwarcab Pramuka Kabupaten Ponorogo itu dilaksanakan pagi ini, Selasa, (08/08). Kontingen kusus yang akan membawa nama baik pramuka kota reyog itu, berangkat ke Jakarta langsung hari ini, menuju tempat lokasi Jambore Nasional di lokasi perkemahan Cibubur Jakarta.\

Sebagaimana diungkapkan oleh salah satu pembina kontingen, yaitu pengurus Kwarcab Ponorogo Andalan Cabang Penggalang dan Penegak, Yuliana Retnowati, jumlah kontingen mencapai 30 anggota pramuka Penggalang dan Penegak. Mereka adalah para anggota pramuka penggalang dan penegak terpilih dan terbaik kabupaten Ponorogo. Yang berasal dari berbagai sekokah hingga perguruan tinggi di Ponorogo. Diantaranya dari SMAN 1 dan 2 Ponorogo, MAN 2, SMK PGRI, SMK Slahung, SMAN Kauman, hingga dari mahasiswa Insuri dan Unmuh Ponorogo.

“Persiapan untuk even Jamnas Raimuna tahun 2017 ini, sudah dilakukan dengan baik. Karena diluar persiapan kusus, mereka bersama dengan gusus depan pramuka mereka masing-masing, telah selalu rutin latihan sebelumnya. Sehingga kita tetap optimis kontingen ini bisa berkiprah dengan baik dalam even nasional itu,” terang Yuliana.

Sedangkan Wakil Bupati saat melepas kontingen, menyampaikan harapnnya agar kontingen ini benar-benar bisa membawa nama baik kabupaten Ponorogo. Bisa berprestasi sukses dengan misi atau target kegiatan yang telah dicanangkan oleh pihak Kwarcab Pramuka Ponorogo.

“Kalian adalah para anggota pramuka terpulih dan mungjin terbaik yang telah ditunjuk ke even naaional membawa bendera pramuka Ponorogo. Maka kita hanya berharap agar kepercayaan itu bisa diemvan dengan baik. Syukur jika kalian bisa memberikan prestasi yang membanggakan kota kabupaten kuta tercinta,” terang H. Sudjarno

Diluar itu, Wabup juga berpesan agar para anggota kontingen tetap bisa menjaga keaehatan dengan baik. Kemudian tetap kompak sebagai sebuah tim, walau berasal dari sekolah yang berbeda-beda. (Kominfo)

Sumber : http://ponorogo.go.id/kontingen-jambore-nasional-raimuna-2017-kabupaten-ponorogo-diberangkatkan/

Kecamatan Jambon Kab.Ponorogo

Kecamatan Jambon berjarak sekitar ± 15 km atau 20 menit arah barat Kota Ponorogo. Kawasan ini mudah dijangkau, dapat ditempuh melalui jalan darat dengan kendaraan roda empat dan kendaraan umum dari pusat kota. Kecamatan Jambon dengan luas wilayah 22,41 km2, terdiri dari 13 desa yang dibagi menjadi 41 dusun, 82 RW dan 224 RT, Adapun batasan fisik area kecamatan Jambon: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sampung Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kauman Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Balong Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Badegan Kecamatan Jambon terdiri atas 13 desa antara lain: 1. Krebet 2. Jambon 3. Jonggol 4. Blembem 5. Poko 6. Pulosari 7. Bringinan 8. Srandil 9. Sendang 10. Sidoharjo 11. Karanglo Kidul 12. Menang 13. Bulu Lor Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur , mempunyai luas wilayah 57, 48 km2. Dari segi topografi sebagian wilayah kecamatan Jambon di bagian timur dan utara merupakan dataran rendah yang relative subur untuk pertanian sedangkan bagian selatan dan barat merupakan daerah perbukitan dan bergunung gunung yang relative baik bagi pengembangan tanaman keras dan tanaman perkebunan/pertanian. Dari luas wilayah tersebut dapat dibagi menjadi berbagai kawasan : Tanah sawah : 1.363,0 ha Lahan kering pertanian : 2.129,5 ha Tanah lainnya : 2.255,3 ha Total Luas tanah : 5.748,1 ha Keadaan Sosial dan Ekonomi Kehidupan social masyarakat Jambon cenderung agamis dan masih cukup kuat menjaga tradisi kebersamaan dan gotong royong. Secara ekonomi mayooritas penduduk adalah petani dan pedagang kecil (bakulan). Industri kecil yang ada di desa Jambon industri batu bata dan genting didesa Blembem dan industri tanah liat di desa Pulosari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *