http://jambon.ponorogo.go.id/wp-content/uploads/2017/01/cropped-111-copy-1.jpg

Desa Blembem Dikukuhkan sebagai Kampung KB

   Blembem – Dengan dihadiri Muspika, dinas/instansi terkait yang ada di Kecamatan Jambon Kamis, (20/07/2017) Desa Blembem Kecamatan Jambon resmi dikukuhkan sebagai kampung KB oleh Camat Jambon, Tony Sumarsono, S.Sos., M.Si.

     Secara umum, tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Sedangkan secara khusus, Kampung KB ini dibentuk  selain untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk menyelenggarakan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan , jelas Camat Jambon, Tony Sumarsono, S.Sos, M.Si.

    Dengan diresmikannya Desa Blembem sebagai Kampung KB, lanjut dia, pemerintah daerah, aparatur desa dan kecamatan harus segera memikirkan dan memetakan rencana aksi dalam rangka mendukung dan menindaklanjuti program ini. Apa artinya program tersebut dicanangkan tanpa disertai aksi lebih lanjut.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Ponorogo melalui Kasie Pemberdayaan Keluarga, Harminto, SH, M.Si., dalam sambutannya memaparkan tentang latar belakang dibentuknya Kampung KB, yaitu Undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai dasar pelaksanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana menekankan kewenangan kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk  tidak memfokuskan hanya pada masalah Pengendalian Penduduk saja, namun masalah Pembangunan Keluarga juga harus mendapatkan perhatian.

    Karena itu, dalam rangka penguatan program KKBPK tahun 2015-2019, BKKBN diharapkan dapat menyusun suatu kegiatan yang dapat memperkuat upaya pencapaian target atau sasaran yang secara langsung bersentuhan dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu, maka untuk menjawab tantangan tersebut digagaslah program Kampung KB. Melalui wadah Kampung KB ini nantinya diharapkan pelaksanaan program KKBPK dan program-program pembangunan lainnya dapat berjalan secara terpadu dan bersamaan. Hal ini sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Agenda Prioritas Pembangunan terutama agenda prioritas ke 3 yaitu “ Memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”. Oleh karena itu cukup beralasan apabila pembangunan kependudukan dimulai dari wilayah-wilayah pinggiran yaitu kampung, karena kampung merupakan cikal bakal terbentuknya desa, dan apabila pembangunan pada seluruh kampung maju, maka desapun akan maju, apabila seluruh desa maju maka sudah barang tentu negarapun akan menjadi maju.

    Dalam pengembangan Kampung KB ini pihaknya akan banyak melibatkan masyarakat. Termasuk meminta dukungan lintas sektor. Sementara isi programnya antara lain sosialisasi dan pendidikan tentang kesehatan reproduksi. “Sosialisasi bagaimana perencanaan usia perkawinan, yang mana perempuan idealnya usia minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Kemudian mengatur jarak kelahiran yang minimal 3-5 tahun, terlebih sosialisasi tentang pembentukan kelompok kegiatan,” jelasnya.

    Untuk mewujudkan komitmen pencanangan Kampung KB ini, rencananya akan dibentuk kelompok kerja yang nanti di-SK-kan Bupati Ponorogo. Diperkirakan berbagai langkah itu akan ditentukan dalam pertemuan berikutnya.

     Kepala Desa Blembem, Djimanto, SH dalam paparannya soal profil desa menjelaskan, sebagai salah satu desa di Kecamatan Jambon, desa ini memiliki 6 dusun, yakni Dusun Krajan, Tembol, Ngadirogo Etan, Ngadirogo Kulon, Dukuh,Tunjungan, Dari enam dusun tersebut jumlah kepala keluarganya sebanyak 1.894 KK dengan jumlah penduduk 7.025 jiwa. Terdiri dari laki-laki 3.502 jiwa dan perempuan 3.523 jiwa. Dok : ( Tedy )

 

Kecamatan Jambon Kab.Ponorogo

Kecamatan Jambon berjarak sekitar ± 15 km atau 20 menit arah barat Kota Ponorogo. Kawasan ini mudah dijangkau, dapat ditempuh melalui jalan darat dengan kendaraan roda empat dan kendaraan umum dari pusat kota. Kecamatan Jambon dengan luas wilayah 22,41 km2, terdiri dari 13 desa yang dibagi menjadi 41 dusun, 82 RW dan 224 RT, Adapun batasan fisik area kecamatan Jambon: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sampung Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kauman Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Balong Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Badegan Kecamatan Jambon terdiri atas 13 desa antara lain: 1. Krebet 2. Jambon 3. Jonggol 4. Blembem 5. Poko 6. Pulosari 7. Bringinan 8. Srandil 9. Sendang 10. Sidoharjo 11. Karanglo Kidul 12. Menang 13. Bulu Lor Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur , mempunyai luas wilayah 57, 48 km2. Dari segi topografi sebagian wilayah kecamatan Jambon di bagian timur dan utara merupakan dataran rendah yang relative subur untuk pertanian sedangkan bagian selatan dan barat merupakan daerah perbukitan dan bergunung gunung yang relative baik bagi pengembangan tanaman keras dan tanaman perkebunan/pertanian. Dari luas wilayah tersebut dapat dibagi menjadi berbagai kawasan : Tanah sawah : 1.363,0 ha Lahan kering pertanian : 2.129,5 ha Tanah lainnya : 2.255,3 ha Total Luas tanah : 5.748,1 ha Keadaan Sosial dan Ekonomi Kehidupan social masyarakat Jambon cenderung agamis dan masih cukup kuat menjaga tradisi kebersamaan dan gotong royong. Secara ekonomi mayooritas penduduk adalah petani dan pedagang kecil (bakulan). Industri kecil yang ada di desa Jambon industri batu bata dan genting didesa Blembem dan industri tanah liat di desa Pulosari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *